Apa itu Jamur taik kerbau? Jamur ini merupakan satu jenis jamur yang bisa bikin orang dalam kondisi trence, biasa di sebut juga sebagai jamur penghayal (hallucinogenic mushroom)
Jamur ini berasal dari trah Jamur tryptamine, yang berarti mengandung zat psylocibine atau zat sejenis alkaloid (nitrogen yang ditemukan di alam).
Psilocybe/psylocibine: berasal dari bahasa yunani psilos dan kube yang berarti kepala gundul. Dimana dapat terlihat dari tampilan eksotis berbagai jamur ini yang berpayung gundul di sertai motif polka dot di sekelilingnya.
Psilocybin dan temannya psilocin keduanya mengandung alkaloid. Patut digaris bawahi, pada sekitar pertengahan 70-an di Amerika dengan Green Peace-nya yang mengumandangkan era kebebasan berekspresi ala psychedelic, telah menyepakati penggunaan akhiran –ine pada berbagai jenis psikotropika yang mengandung zat alkaloid, contohnya morphine, heroine, caffeine, amphetamine. Psilocybin dan psilocin pun ‘seharusnya’ juga di beri nama psilocibine dan psilocine, namun sampai saat ini belum lo, entah kenapa.
Jamur Penghayal (hallucinogenic mushroom) sendiri di tengarai sudah eksis dari jaman baheula, dan digunakan seiring perkembangan kebudayaan dan spiritual manusia.
Dalam sebuah penelitian misalnya, di sebuah goa tepatnya di sahara, gambar jamur penghayal terpampang di dinding goa tersebut. Sedangkan penelitian lain menemukan bahwa para dukun di Siberia diketahui menggunakan salah satu jenis dari jamur penghayal sebagai media untuk membuka pintu masuk ke dunia maya yang menghubungkan mereka dengan sang pencipta (You know what, it’s Grazy you know!).
Singkat definisi mengenai Cow shit mushroom as known as Jamur taik kerbau merupakan sejenis jamur yang tumbuh dan hidup diatas permukaan kotoran hewan pemamah biak macam sapi, kerbau, dan lain sejenisnya (gatau kalo kambing, belom pernah denger jamur taik kambing). Seperti juga jenis jamur Psilocybin lainnya yang berkepala gundul dan bermotif polkadot, jamur taik kerbau ini warnanya putih dan berbau tajam, sama persis bau nya dengan tempat tinggal mereka. Taik kebo.
Dan perlu diketahui “actually the death ‘shrooms generally don’t grow in cow pies. It’s pretty easy to tell what’s what. Just make sure they all bruise blue”, akan tetapi jangan gegabah dengan langsung memakannya mentah-mentah, karena di tengarai ada beberapa jamur dan parasit lain yang ikut tumbuh di jamur taik kerbau ini, dan di duga mengandung racun yang diindikasikan dapat mematikan. Cuci dan masak lah terlebih dahulu, baru di campur ke bahan makanan yang telah di sediakan sebagai penambah nafsu makan, met berwisata kuliner sob. Enjoy it!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOo9GHm7d_ffc4CmqIu56pZvxnfFwRgYN9hoB_C9eSXFYBkBzhiuN2mpYMI7N_lpl4mYvvgsUqgZ9_Ir7w-pLZbCudLcyZaOxpbCWu3RKk_AsLWDAm25SE8RhuHc9H0Bw2AYR_tn5ZM-U/s320/shroom1.jpg
Jamurnya diambil dari kotoran kerbau yang udah kering banget. Tumbuhnya ga mesti, emang jarang dan susah banget ketemunya kalo ga musim kemarau panjang, itupun juga kalau jamurnya ada. Jamur ini nggak beracun (selama ini siih.., ga tau besok2 hi..hi), hanya bikin kita menjadi ‘sesuatu’… mungkin istilahnya aja kita pake ‘bikin teler’ tapi benernya nggak juga, pokoknya ‘sesuatu’ yang aneh dan ya
mantaf…
Dari pengalaman teman yang telah mencicipi, jamur ini waktuitu disajikan dengan telur
Gunk Istricintya
bahaya tindik lidah
Bahaya tindik lidah. Tindik lidah memang sekarang ini sedang ngetrend dan banyak dilakukan oleh kalangan remaja, seperti yang dipopulerkan oleh banyak selebriti. Namun apakah anda mengetahui jika tindik lidah juga ada resikonya bila ditindik dan dengan menambah berbaagi pehiasan yang dipasang dilidah, seperti apakah bahaya tindik lidah itu?
Masalah yang paling umum terjadi setelah tindik lidah adalah pendarahan berlebihan, dan mengakibatkan infeksi. Selain itu juga gangguan bicara, masalah pada pernafasan dan bahkan dapat mengakibatkan patahnya gigi geligi. Tindik lidah lebih berpotensi untuk terjadinya infeksi dibandingkan tempat lainnya yang lazim ditindik misalnya daun telinga, mengingat letaknya yang berdekatan dengan saluran pernafasan dan mengandung banyak pembuluh darah. Jika terjadi infeksi pada lidah maupun dasar mulut (daerah di bawah lidah), dapat mengakibatkan pembengkakan pada lidah yang berujung pada kesulitan bernafas.
Infeksi juga rentan terjadi karena banyaknya bakteri di dalam rongga mulut yang disebabkan dari perhiasan yang dipasang dilidah. Jika peralatan atau perhiasan yang digunakan pada saat penindikan tidak steril, maka risiko terjadi infeksi bertambah juga. Belum lagi risiko terjangkit HIV jika sebelumnya peralatan tindik digunakan oleh penderita HIV dan tidak disterilisasi. Berbagai penelitian yang melibatkan pengguna tindik lidah menemukan bahwa gesekan yang terus menerus dalam jangka panjang antara perhiasan dengan gigi dapat mengakibatkan gigi retak bahkan patah, serta kerusakan pada gusi di bagian dalam gigi (yang menghadap lidah) dan tulang penyangga gigi.
Jika kebersihan mulut tidak terjaga, plak atau kotoran dapat terkumpul di sekitar perhiasan yang ditindik ke lidah dan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri. Hal ini dapat mengarah kepada infeksi dan pada kasus yang ekstrim dapat berujung kepada kondisi yang fatal, karena bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi organ vital seperti jantung. Jadi, pikir-pikir lagi deh kalau mau tindik lidah apakah itu
Masalah yang paling umum terjadi setelah tindik lidah adalah pendarahan berlebihan, dan mengakibatkan infeksi. Selain itu juga gangguan bicara, masalah pada pernafasan dan bahkan dapat mengakibatkan patahnya gigi geligi. Tindik lidah lebih berpotensi untuk terjadinya infeksi dibandingkan tempat lainnya yang lazim ditindik misalnya daun telinga, mengingat letaknya yang berdekatan dengan saluran pernafasan dan mengandung banyak pembuluh darah. Jika terjadi infeksi pada lidah maupun dasar mulut (daerah di bawah lidah), dapat mengakibatkan pembengkakan pada lidah yang berujung pada kesulitan bernafas.
Infeksi juga rentan terjadi karena banyaknya bakteri di dalam rongga mulut yang disebabkan dari perhiasan yang dipasang dilidah. Jika peralatan atau perhiasan yang digunakan pada saat penindikan tidak steril, maka risiko terjadi infeksi bertambah juga. Belum lagi risiko terjangkit HIV jika sebelumnya peralatan tindik digunakan oleh penderita HIV dan tidak disterilisasi. Berbagai penelitian yang melibatkan pengguna tindik lidah menemukan bahwa gesekan yang terus menerus dalam jangka panjang antara perhiasan dengan gigi dapat mengakibatkan gigi retak bahkan patah, serta kerusakan pada gusi di bagian dalam gigi (yang menghadap lidah) dan tulang penyangga gigi.
Jika kebersihan mulut tidak terjaga, plak atau kotoran dapat terkumpul di sekitar perhiasan yang ditindik ke lidah dan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri. Hal ini dapat mengarah kepada infeksi dan pada kasus yang ekstrim dapat berujung kepada kondisi yang fatal, karena bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi organ vital seperti jantung. Jadi, pikir-pikir lagi deh kalau mau tindik lidah apakah itu
bahaya sepilis (raja singa)
1. SIFILIS
Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sifilis sering dikenal sebagai lues, Raja Singa.
* Kuman penyebab : Treponema pallidum
* Perantara : Manusia
* Tempat kuman keluar : Penis, vagina, mulut dan ibu hamil kepada bayinya
* Cara penularan : kontak seksual, ibu kepada bayinya
* Tempat kuman masuk :Penis, vagina, anus, mulut, transfusi.
Berdasarkan penyebarannya sifilis dibagi menjadi 2 tahap:
1. Tahap dini, sangat menular karena pada kelainan kulit dan selaput lendir dijumpai kuman. Termasuk di sini adalah sifilis stadium I dan II.
2. Tahap lanjut daya tular penyakit rendah.
Gejala:
Sifilis mempunyai masa tunas yang berkisar 3 minggu. Pada tempat masuk kuman timbul suatu ulkus (luka) yang bulat lonjong, dasar bersih, merah, kulit di sekitar terang, pada perabaan keras dan tidak nyeri, keadaan ini disebut efek primer stadium I. Sering disertai pembengkakan kelenjar getah bening di daerang sekitar tempat infeksi yang padat, kenyal, pada perabaan tikdak sakit.
Dalam 3-6 minggu kelainan ini dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Setelah efek primer, 6-8 minggu kemudian penyakit masuk ke dalam stadium II, biasanya didahului gejala panas, sakit kepala, sakit tulang dan sebagainya. Tanda-tana pada kulit dan selaput lendir dapat menyerupai semua penyakit kulit yang lain (the great imitator) dan kelainan pada kulit tersebut tidak gatal. Lesi pada tempat yang lembab pada lipatan kulit disebut kondiloma lata. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening yang menyeluruh (limfadenitis generalisata). Kelainan kulit dapat menghilang tanpa pengobatan kemudian dapat muncul lagi tapi tidak simetris. Sifilis laten adalah penderita sifilis tanpa gejala dan hanya ditemukan hasil tes yang positif.
Sifilis stadium III muncul setelah 3-10 tahun stadium I. Keadaan ini tidak menular, tapi dapat menyerang semua organ tubuh. Kelainan yang khas adalah suatu nodus yang kemudian melunak, pecah dan membentuk ulkus. Di samping itu juga dapat menyerang sistem peredaran darah dan saraf.
2.IMPOTEN
Adalah kondisi medis yaitu ketidakmampuan seorang pria untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk aktifitas seksual yang memuaskan.
Penyebab IMPOTENSI....
Hampir semua pria pernah mengalami kegagalan ereksi pada suatu kesempatan, tapi jika anda tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi 3 dari 4 kesempatan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter mengenai impotensi.
Impotensi, dikenal pula dengan istilah disfungsi ereksi, adalah suatu kondisi jika seorang pria gagal untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Di waktu lalu, impotensi hanya dianggap diakibatkan oleh problem psikologi, yang berakibat rasa khawatir berlebihan atau stress. Sekarang ini, dokter mengetahui bahwa mayoritas penyebab impotensi adalah akibat problem fisik, yang dapat disembuhkan dengan tindakan medis yang tepat.
Penyebab fisik dari impotensi termasuk kerusakan dari arteri dan vena yang berfungsi mengalirkan darah menuju dan keluar dari penis, serta kerusakan pada syaraf pengirim sinyal dari sistem syaraf ke penis. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti yang dipublikasikan oleh MediMedia Australia Pty Ltd.
IMPOTENSI YANG DISEBABKAN FAKTOR FISIK
Ketidaknormalan aliran darah menuju penis
Penyebab paling umum dari impotensi adalah ketika aliran darah menuju penis terlalu lemah disebabkan oleh atherosclerosis (penyakit disebabkan tingginya kolesterol pada arteri, pembawa aliran darah, dalam hal ini ke penis). Pada kasus ini, arteri tersumbat dan menyempit sehingga mengurangi suplai aliran darah. Penyempitan arteri dapat disebabkan berbagai kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, juga pria pecandu rokok.
Impotensi dapat juga disebabkan penggumpalan darah yang mencegah kecukupan suplai darah yang mengalir ke penis yang menjadi penyebab disfungsi ereksi.
Ketidaknormalan aliran darah keluar dari penis.
Pada sebagian pria, darah dapat mengalir dengan mudah ke penis, tapi masalahnya darah dengan cepat keluar lagi dari penis sehingga ereksi tidak dapat dipertahankan. Belum diketahui dengan pasti, apa penyebab dari kasus ini. Tapi dokter dapat menyembuhkan dengan tindakan medis yang tepat.
Dalam masa pengobatan medis
Beberapa pengobatan medis mempunyai efek samping yang berakibat problema ereksi, diantaranya: diuretics (pelancar keluarnya urin), pengobatan tekanan darah tinggi, obat penurun kolesterol, pengobatan diabetes, obat anti depresi, tindakan penyembuhan kanker, dan pengobatan epilepsi.
Jika anda mengalami impotensi setelah mulai pengobatan medis tersebut, konsultasikan dengan dokter, agar mengganti resep yang disesuaikan dengan kondisi anda.
Diabetes
Baik diabetes tipe 1 (pengobatannya tergantung insulin) maupun tipe 2 (tergantung dengan insulin) adalah kasus umum dari impotensi. Pria penderita diabetes dilaporkan 3 kali lebih banyak menderita impotensi dari pria pada umumnya. Kontribusi diabetes pada impotensi disebabkan kerusakan pada aliran darah dan kerusakan sistem syaraf yang dikenal sebagai peripheral neuropathy
Kanker prostat
Kanker prostat pada stadium lanjut mempengaruhi syaraf dan arteri yang mempunyai fungsi vital dalam ereksi. Tindakan radiasi untuk kanker prostat dapat merusak jaringan pendukung ereksi dan tindakan operasi menyebabkan kerusakan syaraf pada penis.
Penyakit peyronie
Disebabkan kondisi tidak umum yang mempengaruhi kemampuan seksual pria karena penis membengkok secara abnormal dan penyebab rasa sakit saat ereksi dan kegagalan ereksi secara penuh.
Prostatitis
Kondisi dimana kelenjar prostat mengalami infeksi, disebabkan infeksi oleh bakteri. Berakibat rasa sakit dan buang air kecil terlalu sering dan terkadang disertai demam, serta rasa sakit saat ejakulasi dan disfungsi ereksi. Infeksi ini dapat disembuhkan dengan tindakan medis menggunakan antibiotik.
Depresi
Banyak pria saat dalam kondisi depresi, mereka tidak dapat atau mempertahankan ereksi. Konsultasikan dengan dokter untuk tindakan menanggulangi depresi sehingga dapat membantu problema ereksi dengan baik.
Pembedahan
Pembedahan terhadap organ di sekitar syaraf yang terhubung dengan penis, seperti kantung kemih, rectum dan prostat, bisa berakibat kerusakan syaraf di sekitar penis yang mengarah pada ketidakmampuan ereksi.
Merokok
Merokok mempunyai kontribusi pada penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah, yang berhubungan langsung dengan disfungsi ereksi karena mempengaruhi aliran darah menuju penis.
Alkohol
Peminum alkohol bisa menderita kerusakan syaraf permanen, penyebab impotensi. Kecanduan alkohol dalam jangka panjang juga akan merusak fungsi hati, penyebab kondisi tidak seimbangnya produksi hormon.
Olah raga terlalu keras
Kerusakan syaraf dan arteri dapat disebabkan olah raga bersepeda terlalu keras bisa menjadi penyebab kegagalan untuk ereksi. Disarankan, jika aktif dalam olah raga bersepeda, gunakan tempat duduk yang lunak agar tidak merusak syaraf di sekitar penis.
PENYEBAB PSIKOLOGI IMPOTENSI
Mayoritas kasus impotensi adalah karena penyebab fisik, tetapi pada sebagian pria faktor psikologi menjadi penyebab utama impotensi. Beberapa faktor psikologi yang berdampak pada kemampuan ereksi:
Stress dan rasa khawatir berlebihan
Ketika anda dalam kondisi stress dan pikiran anda terfokus pada masalah selain seksual, mungkin anda tidak memiliki minat untuk seks seperti kondisi normal dan kemunduran kemampuan ereksi ketika anda mencoba melakukannya. Dengan menanggulangi masalah yang mendera sumber dari kondisi stress dapat mengembalikan kondisi seksual anda kembali normal.
Masalah ketidakharmonisan rumah tangga
Impotensi juga bisa disebabkan ketidakharmonisan rumah tangga. Tidak adanya teknik variasi seksual menyebabkan rasa bosan, rasa marah pada istri, kurangnya keintiman dan komunikasi tidak serasi, menjadi pemicu disfungsi ereksi.
Jangan lupa bahwa impotensi merupakan kondisi medis yang dapat disebabkan lebih dari satu faktor. Sebagai contoh jika impotensi disebabkan efek samping dari pengobatan medis atau penyakit, perasaan khawatir akan kemampuan seksual justru menjadi penyebab impotensi meskipun penyebab fisik telah ditanggulangi.
Jika anda masih khawatir dengan kemampuan seksual atau kualitas ereksi, jangan segan-segan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindakan medis untuk solusi terbaik.
Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sifilis sering dikenal sebagai lues, Raja Singa.
* Kuman penyebab : Treponema pallidum
* Perantara : Manusia
* Tempat kuman keluar : Penis, vagina, mulut dan ibu hamil kepada bayinya
* Cara penularan : kontak seksual, ibu kepada bayinya
* Tempat kuman masuk :Penis, vagina, anus, mulut, transfusi.
Berdasarkan penyebarannya sifilis dibagi menjadi 2 tahap:
1. Tahap dini, sangat menular karena pada kelainan kulit dan selaput lendir dijumpai kuman. Termasuk di sini adalah sifilis stadium I dan II.
2. Tahap lanjut daya tular penyakit rendah.
Gejala:
Sifilis mempunyai masa tunas yang berkisar 3 minggu. Pada tempat masuk kuman timbul suatu ulkus (luka) yang bulat lonjong, dasar bersih, merah, kulit di sekitar terang, pada perabaan keras dan tidak nyeri, keadaan ini disebut efek primer stadium I. Sering disertai pembengkakan kelenjar getah bening di daerang sekitar tempat infeksi yang padat, kenyal, pada perabaan tikdak sakit.
Dalam 3-6 minggu kelainan ini dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Setelah efek primer, 6-8 minggu kemudian penyakit masuk ke dalam stadium II, biasanya didahului gejala panas, sakit kepala, sakit tulang dan sebagainya. Tanda-tana pada kulit dan selaput lendir dapat menyerupai semua penyakit kulit yang lain (the great imitator) dan kelainan pada kulit tersebut tidak gatal. Lesi pada tempat yang lembab pada lipatan kulit disebut kondiloma lata. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening yang menyeluruh (limfadenitis generalisata). Kelainan kulit dapat menghilang tanpa pengobatan kemudian dapat muncul lagi tapi tidak simetris. Sifilis laten adalah penderita sifilis tanpa gejala dan hanya ditemukan hasil tes yang positif.
Sifilis stadium III muncul setelah 3-10 tahun stadium I. Keadaan ini tidak menular, tapi dapat menyerang semua organ tubuh. Kelainan yang khas adalah suatu nodus yang kemudian melunak, pecah dan membentuk ulkus. Di samping itu juga dapat menyerang sistem peredaran darah dan saraf.
2.IMPOTEN
Adalah kondisi medis yaitu ketidakmampuan seorang pria untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk aktifitas seksual yang memuaskan.
Penyebab IMPOTENSI....
Hampir semua pria pernah mengalami kegagalan ereksi pada suatu kesempatan, tapi jika anda tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi 3 dari 4 kesempatan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter mengenai impotensi.
Impotensi, dikenal pula dengan istilah disfungsi ereksi, adalah suatu kondisi jika seorang pria gagal untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Di waktu lalu, impotensi hanya dianggap diakibatkan oleh problem psikologi, yang berakibat rasa khawatir berlebihan atau stress. Sekarang ini, dokter mengetahui bahwa mayoritas penyebab impotensi adalah akibat problem fisik, yang dapat disembuhkan dengan tindakan medis yang tepat.
Penyebab fisik dari impotensi termasuk kerusakan dari arteri dan vena yang berfungsi mengalirkan darah menuju dan keluar dari penis, serta kerusakan pada syaraf pengirim sinyal dari sistem syaraf ke penis. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti yang dipublikasikan oleh MediMedia Australia Pty Ltd.
IMPOTENSI YANG DISEBABKAN FAKTOR FISIK
Ketidaknormalan aliran darah menuju penis
Penyebab paling umum dari impotensi adalah ketika aliran darah menuju penis terlalu lemah disebabkan oleh atherosclerosis (penyakit disebabkan tingginya kolesterol pada arteri, pembawa aliran darah, dalam hal ini ke penis). Pada kasus ini, arteri tersumbat dan menyempit sehingga mengurangi suplai aliran darah. Penyempitan arteri dapat disebabkan berbagai kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, juga pria pecandu rokok.
Impotensi dapat juga disebabkan penggumpalan darah yang mencegah kecukupan suplai darah yang mengalir ke penis yang menjadi penyebab disfungsi ereksi.
Ketidaknormalan aliran darah keluar dari penis.
Pada sebagian pria, darah dapat mengalir dengan mudah ke penis, tapi masalahnya darah dengan cepat keluar lagi dari penis sehingga ereksi tidak dapat dipertahankan. Belum diketahui dengan pasti, apa penyebab dari kasus ini. Tapi dokter dapat menyembuhkan dengan tindakan medis yang tepat.
Dalam masa pengobatan medis
Beberapa pengobatan medis mempunyai efek samping yang berakibat problema ereksi, diantaranya: diuretics (pelancar keluarnya urin), pengobatan tekanan darah tinggi, obat penurun kolesterol, pengobatan diabetes, obat anti depresi, tindakan penyembuhan kanker, dan pengobatan epilepsi.
Jika anda mengalami impotensi setelah mulai pengobatan medis tersebut, konsultasikan dengan dokter, agar mengganti resep yang disesuaikan dengan kondisi anda.
Diabetes
Baik diabetes tipe 1 (pengobatannya tergantung insulin) maupun tipe 2 (tergantung dengan insulin) adalah kasus umum dari impotensi. Pria penderita diabetes dilaporkan 3 kali lebih banyak menderita impotensi dari pria pada umumnya. Kontribusi diabetes pada impotensi disebabkan kerusakan pada aliran darah dan kerusakan sistem syaraf yang dikenal sebagai peripheral neuropathy
Kanker prostat
Kanker prostat pada stadium lanjut mempengaruhi syaraf dan arteri yang mempunyai fungsi vital dalam ereksi. Tindakan radiasi untuk kanker prostat dapat merusak jaringan pendukung ereksi dan tindakan operasi menyebabkan kerusakan syaraf pada penis.
Penyakit peyronie
Disebabkan kondisi tidak umum yang mempengaruhi kemampuan seksual pria karena penis membengkok secara abnormal dan penyebab rasa sakit saat ereksi dan kegagalan ereksi secara penuh.
Prostatitis
Kondisi dimana kelenjar prostat mengalami infeksi, disebabkan infeksi oleh bakteri. Berakibat rasa sakit dan buang air kecil terlalu sering dan terkadang disertai demam, serta rasa sakit saat ejakulasi dan disfungsi ereksi. Infeksi ini dapat disembuhkan dengan tindakan medis menggunakan antibiotik.
Depresi
Banyak pria saat dalam kondisi depresi, mereka tidak dapat atau mempertahankan ereksi. Konsultasikan dengan dokter untuk tindakan menanggulangi depresi sehingga dapat membantu problema ereksi dengan baik.
Pembedahan
Pembedahan terhadap organ di sekitar syaraf yang terhubung dengan penis, seperti kantung kemih, rectum dan prostat, bisa berakibat kerusakan syaraf di sekitar penis yang mengarah pada ketidakmampuan ereksi.
Merokok
Merokok mempunyai kontribusi pada penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah, yang berhubungan langsung dengan disfungsi ereksi karena mempengaruhi aliran darah menuju penis.
Alkohol
Peminum alkohol bisa menderita kerusakan syaraf permanen, penyebab impotensi. Kecanduan alkohol dalam jangka panjang juga akan merusak fungsi hati, penyebab kondisi tidak seimbangnya produksi hormon.
Olah raga terlalu keras
Kerusakan syaraf dan arteri dapat disebabkan olah raga bersepeda terlalu keras bisa menjadi penyebab kegagalan untuk ereksi. Disarankan, jika aktif dalam olah raga bersepeda, gunakan tempat duduk yang lunak agar tidak merusak syaraf di sekitar penis.
PENYEBAB PSIKOLOGI IMPOTENSI
Mayoritas kasus impotensi adalah karena penyebab fisik, tetapi pada sebagian pria faktor psikologi menjadi penyebab utama impotensi. Beberapa faktor psikologi yang berdampak pada kemampuan ereksi:
Stress dan rasa khawatir berlebihan
Ketika anda dalam kondisi stress dan pikiran anda terfokus pada masalah selain seksual, mungkin anda tidak memiliki minat untuk seks seperti kondisi normal dan kemunduran kemampuan ereksi ketika anda mencoba melakukannya. Dengan menanggulangi masalah yang mendera sumber dari kondisi stress dapat mengembalikan kondisi seksual anda kembali normal.
Masalah ketidakharmonisan rumah tangga
Impotensi juga bisa disebabkan ketidakharmonisan rumah tangga. Tidak adanya teknik variasi seksual menyebabkan rasa bosan, rasa marah pada istri, kurangnya keintiman dan komunikasi tidak serasi, menjadi pemicu disfungsi ereksi.
Jangan lupa bahwa impotensi merupakan kondisi medis yang dapat disebabkan lebih dari satu faktor. Sebagai contoh jika impotensi disebabkan efek samping dari pengobatan medis atau penyakit, perasaan khawatir akan kemampuan seksual justru menjadi penyebab impotensi meskipun penyebab fisik telah ditanggulangi.
Jika anda masih khawatir dengan kemampuan seksual atau kualitas ereksi, jangan segan-segan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindakan medis untuk solusi terbaik.
dampak radiasi
Dampak radiasi menurut Dr. David J. Brenner, direktur Center for Radiological Research at Columbia University, tidak bersifat langsung. "Bisa berminggu kemudian baru muncul gejalanya," katanya.
Ia menyebutkan dampak radiasi pada tubuh tergantung pada material radioaktif yang dilepaskan dan durasi paparan. Level paparan yang tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut, bahkan kematian. Sindrom tersebut akan menimbulkan gejala mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, serta diare.
Pada level yang lebih tinggi, korban yang terpapar bisa meninggal dalam hitungan minggu. "Penyebabnya adalah usus yang gosong," katanya.
Radiasi nuklir akan menganggu kemampuan sel untuk membelah diri dan berproduksi. Sel-sel di usus besar biasanya merupakan bagian tubuh yang paling cepat membelah diri. Demikian juga halnya dengan sel pembentuk darah di sumsung tulang yang sangat rentan terkena radiasi.
Sementara itu pada penduduk yang termasuk dalam kelompok risiko rendah, radiasi nuklir bisa memicu risiko kanker dalam beberapa tahun. Namun, hal ini juga tergantung pada lamanya paparan dan jenis radioaktif yang dikeluarkan reaktor nuklirnya.
Beberapa jenis material radioaktif ada yang dengan mudah diserap tubuh dan bertahan. Misalnya saja Iodin yang akan langsung diserap kelenjar tiroid atau strontium yang akan masuk tulang. Jenis radioaktif lainnya, seperti tritium, akan dengan cepat dikeluarkan tubuh.
Untuk mencegah bahaya radiasi, pemerintah Jepang telah memberikan pil potasium iodine yang bisa menetralkan pengaruh iodine tadi dengan cara mencegah kelenjar tiroid menyerap iodine. Namun menurut Brenner, iodine bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai cara, yakni udara atau makanan yang terpapar radiasi.
"Radioaktif iodine tidak harus masuk ke tubuh secara langsung. Iodine yang ada di udara bisa terserap ke tanah kemudian ternak memakan rumput yang tanahnya terpapar radiasi. Kemudian manusia memakan daging atau susu sapi itu," katanya.
Karena itu ia berpendapat pil potasium idodide kurang efektif mencegah kanker tiroid akibat radiasi nuklir. "Epidemi kanker tiroid pada korban nuklir Chernobyl bisa dicegah jika pemerintah segera melarang warganya minum susu sapi atau makan buah yang tumbuh dari tanah yang terkena radiasi," katanya.
Anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, bayi, serta janin di dalam kandungan merupakan kelompok yang paling beresiko pada paparan radiasi karena sel-sel dalam tubuh mereka masih aktif membelah diri.
Ia menyebutkan dampak radiasi pada tubuh tergantung pada material radioaktif yang dilepaskan dan durasi paparan. Level paparan yang tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut, bahkan kematian. Sindrom tersebut akan menimbulkan gejala mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, serta diare.
Pada level yang lebih tinggi, korban yang terpapar bisa meninggal dalam hitungan minggu. "Penyebabnya adalah usus yang gosong," katanya.
Radiasi nuklir akan menganggu kemampuan sel untuk membelah diri dan berproduksi. Sel-sel di usus besar biasanya merupakan bagian tubuh yang paling cepat membelah diri. Demikian juga halnya dengan sel pembentuk darah di sumsung tulang yang sangat rentan terkena radiasi.
Sementara itu pada penduduk yang termasuk dalam kelompok risiko rendah, radiasi nuklir bisa memicu risiko kanker dalam beberapa tahun. Namun, hal ini juga tergantung pada lamanya paparan dan jenis radioaktif yang dikeluarkan reaktor nuklirnya.
Beberapa jenis material radioaktif ada yang dengan mudah diserap tubuh dan bertahan. Misalnya saja Iodin yang akan langsung diserap kelenjar tiroid atau strontium yang akan masuk tulang. Jenis radioaktif lainnya, seperti tritium, akan dengan cepat dikeluarkan tubuh.
Untuk mencegah bahaya radiasi, pemerintah Jepang telah memberikan pil potasium iodine yang bisa menetralkan pengaruh iodine tadi dengan cara mencegah kelenjar tiroid menyerap iodine. Namun menurut Brenner, iodine bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai cara, yakni udara atau makanan yang terpapar radiasi.
"Radioaktif iodine tidak harus masuk ke tubuh secara langsung. Iodine yang ada di udara bisa terserap ke tanah kemudian ternak memakan rumput yang tanahnya terpapar radiasi. Kemudian manusia memakan daging atau susu sapi itu," katanya.
Karena itu ia berpendapat pil potasium idodide kurang efektif mencegah kanker tiroid akibat radiasi nuklir. "Epidemi kanker tiroid pada korban nuklir Chernobyl bisa dicegah jika pemerintah segera melarang warganya minum susu sapi atau makan buah yang tumbuh dari tanah yang terkena radiasi," katanya.
Anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, bayi, serta janin di dalam kandungan merupakan kelompok yang paling beresiko pada paparan radiasi karena sel-sel dalam tubuh mereka masih aktif membelah diri.
bahaya tatto
Tato yang memang identik dengan maco ataupun kegagahan dan juga menurut sebagian orang mengatakan bahwa itu merupakan seni, tapi ada juga yang mengatakan bahwa itu merupakan hal yang menunjukkan kenakalan seseorang. Terlepas dari itu semua ternyata ada resiko dibalik menato tubuh anda.
Tetapi mulai sekarang harus berhati-hati dan patut memperhatikan dengan mentato tubuh. Berikut ini 5 Resiko Menato Tubuh yang harus Anda perhatikan dikutip dari Kompas.
1. Alergi
Penggunaan peearna pada saat menato bisa menyebabkan reaksi berupa alergi pada kulit. Biasanya akan ada rasa gatal pada bagian yang ditato. Jangan di kira ini hanya berlangsung sesaat, tapi hal ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
2. Infeksi
Penggunaan peralatan Tatto yang kurang bersih bisa menimbulkan infeksi pada kulit tandanya seperti kulit memerah, bengkak, sakit dan bernanah.

3. Benjolan Pada Kulit
Benjolan yang berada di sekitar area tato disebut dengan granulomas, tak hanya itu saja ternyata Tato juga mendorong pertumbuhan keloid atau jaringan kulit tambahan yang tumbuh dibekas luka.
4. Penyakit yang dibawa dari darah
Jika peralatan kurang steril juga bisa menyebabkan tertular penyakit yang dibawa dari darah, contohnya HIV, tetanus dan lain-lain.
5. Komplikasi MRI
Tato bisa menimbulkan bengkak atau kulit terbakar saat orang yang ditato menjalani pemeriksaan MRI. Pemeriksaan MRI ini menggunakan medan magnetik kuat dengan teknologi terkomputerisasi untuk menghasilkan gambaran detail dari organ dan jaringan lunak dalam tubuh lainnya.
Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh Tato tersebut tetap bisa disembuhkan dengan perawatan dan pengobatan khusus.
Tetapi mulai sekarang harus berhati-hati dan patut memperhatikan dengan mentato tubuh. Berikut ini 5 Resiko Menato Tubuh yang harus Anda perhatikan dikutip dari Kompas.
1. Alergi
Penggunaan peearna pada saat menato bisa menyebabkan reaksi berupa alergi pada kulit. Biasanya akan ada rasa gatal pada bagian yang ditato. Jangan di kira ini hanya berlangsung sesaat, tapi hal ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
2. Infeksi
Penggunaan peralatan Tatto yang kurang bersih bisa menimbulkan infeksi pada kulit tandanya seperti kulit memerah, bengkak, sakit dan bernanah.

3. Benjolan Pada Kulit
Benjolan yang berada di sekitar area tato disebut dengan granulomas, tak hanya itu saja ternyata Tato juga mendorong pertumbuhan keloid atau jaringan kulit tambahan yang tumbuh dibekas luka.
4. Penyakit yang dibawa dari darah
Jika peralatan kurang steril juga bisa menyebabkan tertular penyakit yang dibawa dari darah, contohnya HIV, tetanus dan lain-lain.
5. Komplikasi MRI
Tato bisa menimbulkan bengkak atau kulit terbakar saat orang yang ditato menjalani pemeriksaan MRI. Pemeriksaan MRI ini menggunakan medan magnetik kuat dengan teknologi terkomputerisasi untuk menghasilkan gambaran detail dari organ dan jaringan lunak dalam tubuh lainnya.
Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh Tato tersebut tetap bisa disembuhkan dengan perawatan dan pengobatan khusus.
bahaya ciuman :)
Pernah ada seminar seks di sebuah sekolah, lalu ada yang menanyakan tentang bahaya berciuman. dan dia berkata dimulut kitakan tempat masuknya makanan dan ada kemungkinan tempat berkumpulnya segala macam penyakit.apakah dalam berciuman bisa membahayakan kesehatan?dan ada juga yang bertanya dengan berciuman bisakan tertular penyakit..?
Benar, di rongga mulut bukan sedikit jumlah kuman dan virus hadir setiap saat. Sebagian hidup berdampingan secara damai dengan tubuh kita. Ia bukan mikroorganisme berbahaya dan jasad renik yang perlu ditakuti sebab tidak sampai menimbulkan penyakit, atau bisa menjangkitkan gangguan kesehatan apa pun.
Nah, berciuman dengan pasangan yang mengidap bibit penyakit yang tidak bersahabat inilah yang memunculkan masalah kesehatan.
Virus Cytomegalo
“Kissing disease” disebabkan oleh virus cytomegalo. Virus ini sudah lama dikenal.
Virus Cytomegalo
“Kissing disease” disebabkan oleh virus cytomegalo. Virus ini sudah lama dikenal.
Infeksi oleh virus ini sering kita dengar menimpa anak dalam kandungan. Jika ibu hamil mengidap virus jenis ini, otak anak yang dikandungnya kemungkinan akan dirusak. Anak lahir cacat akibat kerusakan otak yang berat. Itu sebab setiap ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan darah TORCH, kependekan dari empat penyakit, yakni Toxoplasma, Rubella atau campak Jerman, Cytomegalo virus sendiri, dan Herpes. Keempat penyakit ini bisa bermasalah jika menyerang ibu hamil.
Jika dari pemeriksaan TORCH ada yang positif, ibu perlu disembuhkan dulu dari penyakit yang bisa mengganggu anak yang akan dikandungnya. Baru setelah sembuh dari penyakit itu ibu bisa hamil dengan aman. Jika tidak, selain kemungkinan gugur, anak mati dalam kandungan, atau lahir cacat.
Selain menimpa anak dalam kandungan, infeksi virus cytomegalo tak jarang menyerang usia dewasa. Infeksi bisa ringan saja, bahkan orang tidak tahu kalau mengidap virus ini. Tidak heran kalau ibu hamil yang kelihatannya sehat-sehat saja, kedapatan pemeriksaan darah cytomegalo-nya positif.
Virus cytomegalo sekerabat dengan virus herpes yang bersifat laten pada tubuh manusia. Ia menyukai untuk tinggal di kelenjar liur, muncul di air seni, lendir leher rahim, sperma, ait susu ibu, dan darah. Maka penularan virus ini selain lewat berciuman, dapat pula melalui
transplantasi organ, donor darah, atau persalinan, dan oral seks tentu saja. Hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini. Umumnya ketika masih usia remaja.
transplantasi organ, donor darah, atau persalinan, dan oral seks tentu saja. Hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini. Umumnya ketika masih usia remaja.
Di Amerika virus ini banyak menyerang remaja putri usia 14-16 tahun, dan remaja putra usia 16-18 tahun, atau rata-rata pada usia antara 15-25 tahun-an. Mengapa? Kemungkinan pada usia ini remaja mulai aktif melakukan kegiatan berciuman antar teman kencan.
Gejala “Kissing Disease” tak ubahnya serangan flu, dengan demam, radang tenggorokan, badan letih, dan pegal linu. Bedanya, pada penyakit oleh virus cytomegalo ini hati dan limpa umumnya membengkak, dan serangan yang menyerupai flu ini berlangsung lebih lama, mungkin sampai dua minggu-an.
“Kissing disease” kadang disebut juga penyakit “mononucleosis”. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan obat antivirus.
Empat Virus Lain
Selain virus cytomegalo, ada 4 jenis virus lain yang berpotensi ditularkan lewat berciuman, yakni virus Epstein-Barr, virus Herpes-6, virus Hepatitis, dan virus HIV penular AIDS sendiri, serta parasit toxoplasma.
Sama halnya dengan virus cytomegalo, keempat virus inipun sering hadir tanpa keluhan dan gejala, namun tetap bisa menular lewat ciuman. Tanpa sadar, tanpa terasa, virus berpindah ke pasangan ciuman. Mungkin tanpa memperlihatkan gejala dan keluhan apa-apa, atau bisa jadi hanya serangan demam dadakan yang dianggap flu biasa.
Kita tahu selain virus cytomegalo, virus Herpes dan toxoplasma juga mengancam anak di kandungan jika ibu mengidap penyakit ini sewaktu hamil. Anak dalam kandungan yang ibunya mengidap penyakit-penyakit ini, terancam kelainan jantung, tuli, ukuran kepala sangat besar (hydrocephalus), bentuk-bentuk kecacatan lahir yang mungkin timbul.
Apakah kehadiran virus-virus “Kissing disease” ini bisa sampai mematikan jika hanya menyerang orang dewasa?
Umumnya tidak. Lalu apa yang perlu ditakuti? Mestinya memang tidak ada.
Namun belakangan dicemaskan kalau virus dan kuman tertentu yang beredar dalam darah, juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah koroner. Kita tahu kehadiran jenis kuman dan virus tertentu juga ikut menyokong terbentuknya penyakit jantung koroner. Termasuk peranannya pada kemunculan penyakit keletihan menahun (chronic fatigue syndrome).
bahaya hernia
Hernia atau turun berok selama ini lebih dikenal sebagai penyakit pria, karena hanya kaum pria yang mempunyai bagian khusus dalam rongga perut untuk mendukung fungsi alat kelaminnya. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia dapat dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya.
Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia yaitu usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. Jika sudah terjadi keadaan seperti itu, maka harus segera ditangani oleh dokter karena dapat mengancam nyawa penderita.Hernia dapat terjadi pada semua umur, baik tua maupun muda. Pada anak-anak atau bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.
Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat pada pria, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.Penyakit hernia akan meningkat sesuai dengan penambahan umur. Hal tersebut dapat disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena adanya penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat.

Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.
Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh.
Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.
WASPADAI BENJOLAN DI LIPAT PAHA DAN PUSAR
Munculnya benjolan tersebut bisa saja menjadi tanda bahwa bayi menderita hernia.Banyak masyarakat yang masih menyangka kalau hernia hanya menyerang orang dewasa terutama manula. Padahal si kecil yang masih bayi bisa juga mengalaminya. Kasus bayi hernia bahkan tercatat cukup banyak. Dikatakan pula oleh dr. Cosmas Gora Triaswhoro, Sp.B., meski namanya terkesan cukup indah, hernia ternyata dapat menimbulkan bahaya. Bila terus didiamkan tanpa penanganan tepat, bahkan dapat menimbulkan komplikasi yang berat sampai kematian.
Selanjutnya, spesialis bedah dari RS Mitra International Jakarta ini menambahkan, hernia merupakan bentuk penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau suatu bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bila terjadi di perut, isi perut dapat menonjol melalui bagian yang lemah. Kebanyakan organ yang menonjol adalah usus.
Hernia bukanlah penyakit turunan. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya terjadi karena kelemahan otot dinding perut. Sedangkan pada bayi, hernia yang terjadi di daerah perut akibat penyakit bawaan atau kongenital.
Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu internal dan eksternal.
* Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada, serta banyak lagi jenis lainnya.
* Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata karena terlihat secara langsung.
Proses terjadinya hernia eksternal pada bayi umumnya disebabkan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan testis/buah pelir yang merupakan organ reproduksinya berlangsung lebih kompleks.
Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, sebab pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna.
Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia yaitu usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. Jika sudah terjadi keadaan seperti itu, maka harus segera ditangani oleh dokter karena dapat mengancam nyawa penderita.Hernia dapat terjadi pada semua umur, baik tua maupun muda. Pada anak-anak atau bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.
Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat pada pria, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.Penyakit hernia akan meningkat sesuai dengan penambahan umur. Hal tersebut dapat disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena adanya penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat.

Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.
Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh.
Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.
WASPADAI BENJOLAN DI LIPAT PAHA DAN PUSAR
Munculnya benjolan tersebut bisa saja menjadi tanda bahwa bayi menderita hernia.Banyak masyarakat yang masih menyangka kalau hernia hanya menyerang orang dewasa terutama manula. Padahal si kecil yang masih bayi bisa juga mengalaminya. Kasus bayi hernia bahkan tercatat cukup banyak. Dikatakan pula oleh dr. Cosmas Gora Triaswhoro, Sp.B., meski namanya terkesan cukup indah, hernia ternyata dapat menimbulkan bahaya. Bila terus didiamkan tanpa penanganan tepat, bahkan dapat menimbulkan komplikasi yang berat sampai kematian.
Selanjutnya, spesialis bedah dari RS Mitra International Jakarta ini menambahkan, hernia merupakan bentuk penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau suatu bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bila terjadi di perut, isi perut dapat menonjol melalui bagian yang lemah. Kebanyakan organ yang menonjol adalah usus.
Hernia bukanlah penyakit turunan. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya terjadi karena kelemahan otot dinding perut. Sedangkan pada bayi, hernia yang terjadi di daerah perut akibat penyakit bawaan atau kongenital.
Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu internal dan eksternal.
* Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada, serta banyak lagi jenis lainnya.
* Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata karena terlihat secara langsung.
Proses terjadinya hernia eksternal pada bayi umumnya disebabkan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan testis/buah pelir yang merupakan organ reproduksinya berlangsung lebih kompleks.
Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, sebab pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna.
Langganan:
Komentar (Atom)